Minggu, 04 Oktober 2015

Apa yang Kucari dan Apa yang Kumaksud



    Apakah pernah terbayangkan olehmu tentang apa yang sebenarnya kau cari dalam hidupmu? Pernahkah kau merasa bahwa apa yang kau punya adalah suatu kehampaan? Atau, pernahkah selama kau hidup, kau merasa seperti tidak hidup? Kau tahu, pertanyaan semacam itu pasti sering muncul di benakmu. Sama sepertiku. Itulah yang menyebabkanku perlahan-lahan ingin menjauh dari kehidupan sebelumnya.
     Apakah kau tahu, sebenarnya kita ini hidup bukan untuk menjalani kehidupan, tetapi kita hidup untuk mati dan kemudian mati untuk dihidupkan kembali. Kau percaya, kan, akan adanya akhirat? Kau percaya, kan, akan adanya kiamat? Dan kau juga percaya, kan, dengan adanya pertemuan antara dirimu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala? Itulah yang seringkali terpikirkan olehku, hampir setiap hari.
     Apakah kau ingat kisah nenek moyang manusia, yakni Nabi Adam Alaihissalam? Beliau diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai manusia pertama yang kemudian menempati surga yang indah. Seluruh makhluk ciptaanNya bersujud (bukan untuk menyembah) kepada Nabi Adam Alahissalam, terkecuali satu makhluk yang tercipta dari api, yakni Syaitan. Lantas Syaitan berkata dengan angkuhnya bahwa mengapa ia harus bersujud kepada Nabi Adam Alaihissalam, Ia terbuat dari api sedangkan Nabi Adam Alaihissalam terbuat dari tanah. Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala melaknat syaitan tersebut, dan Allah tak sekalipun menghadirkan syaitan dalam penciptaan langit dan bumi begitupun dalam penciptaan dirinya sendiri. Dan kemudian syaitan yang berasal dari golongan jin bersumpah untuk selalu menyesatkan manusia sampai ke keturunan terakhir, itulah mengapa sebabnya Nabi Adam Alahissalam diturunkan dari surga ke bumi ini.
     Berdasarkan ringkasan kisah di atas, aku menyimpulkan bahwa sebenarnya kita hidup seharusnya bukan untuk urusan duniawi, melainkan untuk urusan surgawi. Nabi Adam Alaihissalam berasal dari surga, berarti tempat asal kita pun juga di surga. Apa kau sepakat denganku? Lantas mengapa kita hidup seakan hanya memedulikan urusan dunia saja? Lantas mengapa sebagian dari kita kerap melupakan akan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala? Itu yang sampai sekarang masih sering kupertanyakan, termasuk pada diriku sendiri.
     Aku selalu bertanya, apa yang aku cari di dunia ini? Apa yang aku inginkan dalam kehidupanku ini? Apakah yang kucari di dunia ini sudah tepat? Atau apakah aku menginginkan semua yang ada di kehidupanku saat ini? Aku rasa jawabannya kerap membuatku gelisah.     Kita tahu, bahwa setiap makhluk yang hidup akan merasakan mati, baik itu manusia maupun jin. Kau percaya, kan, akan adanya akhirat? Dan makhluk yang mati pun akan merasakan hidup kembali. Kita pasti tahu untuk apa itu. Untuk dihisab dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia. Memper-tanggung-jawab-kan per-buat-an. Tidakkah kau merasa ngeri mendengar hal itu? Aku merasa sangat ngeri, dan takut, dan lemas, dan tidak berdaya. Sungguh sesuatu yang seperti itu nyata dan akan terjadi. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengadili kita tanpa ada kezhaliman sedikitpun pada hari tersebut. Dan setelah itu, maka tiba saatnya waktu penentuan, apakah kita layak untuk menempati surga kembali, ataukah kita hanya layak mendiami neraka sebagai teman dari syaitan. Namun jangan bersedih hati, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan balasan surga bagi orang-orang yang Ia kehendaki, yang Ia rahmati. Sungguh Allah ialah Tuhan yang maha pengasih, penyayang, dan bijaksana.
     Jadi, begitu aku menemukan jawaban dari semua pertanyaanku, aku ingin sekali menegaskannya terhadap diriku. Apa yang aku cari dalam hidupku? Rahmat dan Ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga Allah mengampuniku dan membimbingku kejalan lurusNya dan mematikanku dalam keadaan syahid. Lalu apa yang paling aku inginkan dalam kehidupan ini? Kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dari sisi Tuhanku, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan sebagainya, dan sebagainya yang membawaku kembali kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
     Apakah kau juga memiliki jawaban yang sama? Apakah kau juga menginginkan kebaikan dari sisi Tuhanmu? Apakah kau pun menginginkan surga yang kau rindukan? Lantas mengapa kita masih melakukan hal yang sama dengan kemarin, tanpa adanya perbaikan atau bahkan dengan suatu kemunduran?
     Mungkin itu lah penyebab adanya perubahan pada diriku saat ini. Aku tidak bermaksud menjauhi beberapa hal, namun aku selalu gelisah karena pertanyaan yang selalu muncul dalam benakku. Dan yang ingin kumaksudkan sebenarnya ialah mari kita bersama-sama berkawan di dalam kebaikan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Mari kita bersama-sama berkawan dengan tujuan yang sama, yakni surga Allah. Aku menyayangi diriku dan mempercayai Tuhanku, Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai penciptaku, maka aku ingin menjadi hambanya yang taat, yang mendengarkan, yang melaksanakan perintahnya, dan menjauhi larangannya. Pun begitu aku menyayangimu sebagai kawanku, aku menginginkan pertemanan yang lebih kekal dari ini, yakni surga, sehingga aku masih akan bertemu denganmu meski hidupku sudah tak lagi di dunia. 

Kamis, 27 November 2014

Brownies Panggang



 (Maaf, presentation-nya tidak sebagus yang kamu bayangkan yaa? hehe)


Haii, teman-teman..
Apa kabar? Semoga selalu dalam kondisi sehat wal afiat, yaa. Aamiin..
Langsung aja yuk, kali ini aku mau share resep Brownies panggang versiku. Hmm.. Sebenernya ini bukan resep asli, tapi resep ini sudah aku modifikasi sehingga rasanya sesuai lidahku. Hehe. Oiya, tau, gak? Sebelum resepku rampung, aku udah eksperimen berkali-kali dengan hasil yang beragam, dari mulai resep asli yang rasanya kemanisan, lalu kemudian terlalu bantat, kemudian lagi terlalu kebanyakan cokelat cair dan lupa pake baking powder, sampai terakhir.. yah, agak lumayan, lah, daripada lumanyun ;) (apasih?)
Udah, yah, dari pada kelamaan basa-basinya mendingan langsung disimak, yuk, resepnya :)




Bahan Dasar
(1 loyang ukuran 20 x 20cm)

2 butir telur
150gr Gula Pasir
100gr Mentega/Margarin
100gr Terigu Serbaguna
55gr Cokelat Bubuk (aku pakai Van Houten)
65gr Dark Chocolate, lelehkan
200ml Susu Cair (Fullcream)
1sdt Spekkuk
1/2sdt Baking Powder



Cara Membuat:


1. Siapkan mangkuk, masukkan telur dan gula pasir, menggunakan hand mixer kocok denganspeed rendah hingga bahan tercampur kemudian gunakan speed tinggi hingga telur dan gula mengembang. Tambahkan mentega dan teruskan mengocok hingga mentega tercampur baik. Proses ini tidak memakan waktu lama (1 - 2 menit saja). Matikan mikser.


2. Masukkan tepung terigu dan coklat bubuk dengan cara diayak langsung diatas adonan telur dan mentega, tuangkan secara bergantian dengan susu cair dan cokelat yang telah dilelehkan. Kira-kira bagi masing-masing menjadi 3 tahapan, aduk ringan setiap tahapannya dengan spatula hingga menjadi adonan yang lembut dan tercampur baik. Terakhir tambahkan spekkuk (sebenarnya ini bisa menyesuaikan selera, kalau tidak suka, boleh tidak dipakai) dan tambahkan baking powder. (Oya, kalau aku juga pake soda kue 1/2sdt, tapi hasilnya agak lebih ngembang, hehe).



3. Proses membuat adonan telah selesai, sekarang waktunya menuangkan adonan ke atas loyang yang telah diolesi margarin/mentega secara merata. Untuk topingnya, bisa langsung anda tambahkan ke atas adonan, atau jika tidak suka, bisa nanti saja belakangan (setelah browniesnya matang).


4. Panaskan oven pada suhu 250 derajat celcius (kalau saya suka memakai panas yang maksimal, hehe) selama 10 menit. Setelah oven panas, panggang adonan brownies selama kurang lebih 40 menit. Setelah 30 menit(an), periksa kue, apakah telah matang atau belum. Caranya, anda bisa menusukkan kue dengan lidi atau tusuk sate (yang bersih yaaa..).




Apabila masih ada sisa adonan yang lengket pada batang tusuk sate, maka kuenya belum matang. Jika begitu, terus panggang kue sampai tak ada lagi adonan lengket yang menempel pada batang tusuk sate.




5. Wah, akhirnya sudah 40 menit berlalu. Jika adonan telah matang, segera angkat kuenya, yaa.. lalu diamkan selama beberapa waktu sampai suhunya menurun dan agak sejuk. Setalah itu kamu bisa mengeluarkannya dengan cara meletakkan piring di atasnya kemudian balik kuenya.




Sekarang kuenya dalam keadaan terbalik di atas piring. Siapkan piring satu lagi, letakkan piring tersebut diatas kue dan balik lagi kuenya. Sekarang kuenya sempurna berada di atas piring, tinggal dipotong potong saja.
Kue siap disajikan!



Nah, begitu kira-kira cara mebuat brownies panggang. Cukup mudah, kan, untuk pemula?
Oya, by the way, maaf yaa fotonya ga lengkap, soalnya aku lupa foto-fotoin, terlalu sibuk wekekeke.
Oke, deh, selamat mencoba, yaa!! Keep cooking with joy!! *muaahh*




Sabtu, 20 September 2014

Chicken Ball




Haii..

Aku punya masakan baru, namanya Chicken Ball.

Chicken Ball itu sebenernya agak mirip nugget, sih, tapi aku bikin ini karena terinspirasi sama Cordon Bleu. Bedanya ini menggunakan daging ayam yang sudah digiling dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Mungkin sudah banyak yang membuat masakan yang serupa, tapi aku mau share resep versiku ini..
Disimak yaa..



Bahan Dasar:
  -  250gr Ayam giling
  -  Tepung Tapioka


Bumbu Ayam:
  -  2 siung Bawang putih
  -  Lada/Merica (secukupnya)
  -  1cm Jahe
  -  2sdm Kecap asin
  -  Lada hitam bubuk (secukupnya)
  -  Garam (secukupnya)


Bahan Isian:
  -  3 helai Smoked Beef
  -  Keju Quick Melt


Bahan Pelapis:
  -  1 butir telur (kocok lepas)
  -  Tepung roti



Cara Membuat:
1. Ulek bawang putih, lada, dan jahe sampai halus.
2. Campurkan ayam dengan bumbu yang telah diulek, tambahkan kecap asin, lada hitam bubuk, dan garam. Aduk rata.
3. Campurkan adonan ayam yang telah dibumbui dengan tepung tapioka secukupnya. Kira-kira 2-3sdm. Aduk hingga rata, jangan sampai ada tepung yang menggumpal.



4. Ambil satu sendok makan adonan ayam, gunakan plastik sebagai wadah. Pipihkan.
  
5. Taruh bahan isi pada adonan yang dipipihkan, kemudian tutup. Bentuk adonan sesuai dengan selera anda.
  



6. Pindahkan adonan yang telah dibentuk ke dalam telur kocok secara perlahan. Lumuri dengan telur, kemudian lumuri dengan tepung roti.



7. Goreng adonan dengan api sedang hingga kecokelatan.



8. Chicken Ball siap disajikan.



Ps:
  -  Saat membentuk adonan, jangan menggunakan tangan tanpa alas pelastik. Adonan akan lengket jika terkena tangan langsung.
  -  Saat menggoreng, jangan biarkan minyak terlalu panas karena akan menyebabkan adonan mudah gosong namun belum matang.


Gimanaaa? Mudah, kan?

Ayo, ini cukup simple lho buat bekal. Kalau mau disimpan di freezer jangan lupa untuk mengukusnya sebelum dilumuri tepung roti, yaa. Lalu esoknya bisa langsung goreng aja pas mau berangkat kerja atau sekolah.


Selamat mencoba yaa! ;)


Senin, 07 Juli 2014

Light of Our Love

Can you see me
Even in the darkest brink
Can you find me
Even if we are so distinct

Sometimes, we get stuck
In the chasms of our reality
Maybe we need to swallow
And ponder..

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Will you believe
All the things happen for reasons
Will you believe
That we were born for this

Sometimes, we really get sick
And dying because of our love
But maybe we have to swallow
And ponder..

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Ooh, our world is our world
We live our life, we love too much
No one could understand
But, this journey is our destiny

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Through this storm and rain
We will see the light
Of our love

(Ratih Maharani)