Jumat, 16 Oktober 2015

Sala Lauak Recipe


Siapa yang tak tahu menu yang satu ini?
Ya, sala adalah makanan, atau biasanya cemilan, khas daerah Sumatera Barat. Menu yang satu ini sangat nikmat sekali, apalagi kalau disantap bersamaan dengan lontong sayur padang. Rasanya yg lezat dan wanginya yang harum, pasti selalu bikin ketagihan.
Bagi kamu yang mau masak ini, yuk kita cek resepnya. Gak sulit kok 😊😊

Bahan utama:
1 cup tepung beras, sangrai
1 cup air, mendidih
1 helai daun kunyit, iris tipis
Ikan teri, tumbuk halus

Bumbu:
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 ruas jari kunyit
1 ruas jari jahe
2 irisan lengkuas
1 sdm cabai giling
Garam secukupnya

Bahan pengganti:
Jika tidak ada daun kunyit, bisa diganti dengan daun jeruk. Enak juga.

1. Rendam ikan teri. Bersihkan kepala dan isi perutnya, kemudian rendam kembali. Setelah bersih, tumbuk ikan teri sampai halus. (Di sini saya memakai ikan teri jengki, km bisa manggantinya dengan ikan yang lain)

2. Sangrai tepung beras dengan api kecil hingga kekuningan, kira-kira sekitar 10 menit.

3. Tuangkan tepung beras yang telah disangrai ke dalam wadah, tambahkan ikan teri yang telah ditumbuk, bumbu yang telah dihaluskan, cabai giling, daun kunyit, dan garam secukupnya.

4. Rebus 1 cup air hingga mendidih. Selagi air masih mendidih tuang ke dalam wadah adonan perlahan-lahan. Aduk hingga merata dan diamkan sampai sejuk, sekitar 7 menit. (Sebenarnya airnya tidak pasti 1 cup, bisa disesuaikan, yang penting adonannya padat agar bisa dibentuk)

5. Siapkan plastik sebagai wadah di tangan kiri. Ambil adonan secukupnya, kemudian bentuk menjadi bola-bola.

6. Goreng bola-bola sala dengan minyak yg cukup banyak, dan api sedang. Masak hingga kuning-keemasan. Angkat.

7. Setelah masak, angin-anginkan dan diamkan sala selama beberapa menit.

8. Sala siap disantap 😋😋

Nah, resepnya mudah kan? Silakan dicoba teman-teman 😆😆

Minggu, 04 Oktober 2015

Apa yang Kucari dan Apa yang Kumaksud



    Apakah pernah terbayangkan olehmu tentang apa yang sebenarnya kau cari dalam hidupmu? Pernahkah kau merasa bahwa apa yang kau punya adalah suatu kehampaan? Atau, pernahkah selama kau hidup, kau merasa seperti tidak hidup? Kau tahu, pertanyaan semacam itu pasti sering muncul di benakmu. Sama sepertiku. Itulah yang menyebabkanku perlahan-lahan ingin menjauh dari kehidupan sebelumnya.
     Apakah kau tahu, sebenarnya kita ini hidup bukan untuk menjalani kehidupan, tetapi kita hidup untuk mati dan kemudian mati untuk dihidupkan kembali. Kau percaya, kan, akan adanya akhirat? Kau percaya, kan, akan adanya kiamat? Dan kau juga percaya, kan, dengan adanya pertemuan antara dirimu dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala? Itulah yang seringkali terpikirkan olehku, hampir setiap hari.
     Apakah kau ingat kisah nenek moyang manusia, yakni Nabi Adam Alaihissalam? Beliau diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai manusia pertama yang kemudian menempati surga yang indah. Seluruh makhluk ciptaanNya bersujud (bukan untuk menyembah) kepada Nabi Adam Alahissalam, terkecuali satu makhluk yang tercipta dari api, yakni Syaitan. Lantas Syaitan berkata dengan angkuhnya bahwa mengapa ia harus bersujud kepada Nabi Adam Alaihissalam, Ia terbuat dari api sedangkan Nabi Adam Alaihissalam terbuat dari tanah. Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala melaknat syaitan tersebut, dan Allah tak sekalipun menghadirkan syaitan dalam penciptaan langit dan bumi begitupun dalam penciptaan dirinya sendiri. Dan kemudian syaitan yang berasal dari golongan jin bersumpah untuk selalu menyesatkan manusia sampai ke keturunan terakhir, itulah mengapa sebabnya Nabi Adam Alahissalam diturunkan dari surga ke bumi ini.
     Berdasarkan ringkasan kisah di atas, aku menyimpulkan bahwa sebenarnya kita hidup seharusnya bukan untuk urusan duniawi, melainkan untuk urusan surgawi. Nabi Adam Alaihissalam berasal dari surga, berarti tempat asal kita pun juga di surga. Apa kau sepakat denganku? Lantas mengapa kita hidup seakan hanya memedulikan urusan dunia saja? Lantas mengapa sebagian dari kita kerap melupakan akan keagungan Allah Subhanahu wa Ta'ala? Itu yang sampai sekarang masih sering kupertanyakan, termasuk pada diriku sendiri.
     Aku selalu bertanya, apa yang aku cari di dunia ini? Apa yang aku inginkan dalam kehidupanku ini? Apakah yang kucari di dunia ini sudah tepat? Atau apakah aku menginginkan semua yang ada di kehidupanku saat ini? Aku rasa jawabannya kerap membuatku gelisah.     Kita tahu, bahwa setiap makhluk yang hidup akan merasakan mati, baik itu manusia maupun jin. Kau percaya, kan, akan adanya akhirat? Dan makhluk yang mati pun akan merasakan hidup kembali. Kita pasti tahu untuk apa itu. Untuk dihisab dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di dunia. Memper-tanggung-jawab-kan per-buat-an. Tidakkah kau merasa ngeri mendengar hal itu? Aku merasa sangat ngeri, dan takut, dan lemas, dan tidak berdaya. Sungguh sesuatu yang seperti itu nyata dan akan terjadi. Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengadili kita tanpa ada kezhaliman sedikitpun pada hari tersebut. Dan setelah itu, maka tiba saatnya waktu penentuan, apakah kita layak untuk menempati surga kembali, ataukah kita hanya layak mendiami neraka sebagai teman dari syaitan. Namun jangan bersedih hati, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan balasan surga bagi orang-orang yang Ia kehendaki, yang Ia rahmati. Sungguh Allah ialah Tuhan yang maha pengasih, penyayang, dan bijaksana.
     Jadi, begitu aku menemukan jawaban dari semua pertanyaanku, aku ingin sekali menegaskannya terhadap diriku. Apa yang aku cari dalam hidupku? Rahmat dan Ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga Allah mengampuniku dan membimbingku kejalan lurusNya dan mematikanku dalam keadaan syahid. Lalu apa yang paling aku inginkan dalam kehidupan ini? Kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dari sisi Tuhanku, Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan sebagainya, dan sebagainya yang membawaku kembali kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
     Apakah kau juga memiliki jawaban yang sama? Apakah kau juga menginginkan kebaikan dari sisi Tuhanmu? Apakah kau pun menginginkan surga yang kau rindukan? Lantas mengapa kita masih melakukan hal yang sama dengan kemarin, tanpa adanya perbaikan atau bahkan dengan suatu kemunduran?
     Mungkin itu lah penyebab adanya perubahan pada diriku saat ini. Aku tidak bermaksud menjauhi beberapa hal, namun aku selalu gelisah karena pertanyaan yang selalu muncul dalam benakku. Dan yang ingin kumaksudkan sebenarnya ialah mari kita bersama-sama berkawan di dalam kebaikan yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat. Mari kita bersama-sama berkawan dengan tujuan yang sama, yakni surga Allah. Aku menyayangi diriku dan mempercayai Tuhanku, Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai penciptaku, maka aku ingin menjadi hambanya yang taat, yang mendengarkan, yang melaksanakan perintahnya, dan menjauhi larangannya. Pun begitu aku menyayangimu sebagai kawanku, aku menginginkan pertemanan yang lebih kekal dari ini, yakni surga, sehingga aku masih akan bertemu denganmu meski hidupku sudah tak lagi di dunia. 

Kamis, 27 November 2014

Brownies Panggang



 (Maaf, presentation-nya tidak sebagus yang kamu bayangkan yaa? hehe)


Haii, teman-teman..
Apa kabar? Semoga selalu dalam kondisi sehat wal afiat, yaa. Aamiin..
Langsung aja yuk, kali ini aku mau share resep Brownies panggang versiku. Hmm.. Sebenernya ini bukan resep asli, tapi resep ini sudah aku modifikasi sehingga rasanya sesuai lidahku. Hehe. Oiya, tau, gak? Sebelum resepku rampung, aku udah eksperimen berkali-kali dengan hasil yang beragam, dari mulai resep asli yang rasanya kemanisan, lalu kemudian terlalu bantat, kemudian lagi terlalu kebanyakan cokelat cair dan lupa pake baking powder, sampai terakhir.. yah, agak lumayan, lah, daripada lumanyun ;) (apasih?)
Udah, yah, dari pada kelamaan basa-basinya mendingan langsung disimak, yuk, resepnya :)




Bahan Dasar
(1 loyang ukuran 20 x 20cm)

2 butir telur
150gr Gula Pasir
100gr Mentega/Margarin
100gr Terigu Serbaguna
55gr Cokelat Bubuk (aku pakai Van Houten)
65gr Dark Chocolate, lelehkan
200ml Susu Cair (Fullcream)
1sdt Spekkuk
1/2sdt Baking Powder



Cara Membuat:


1. Siapkan mangkuk, masukkan telur dan gula pasir, menggunakan hand mixer kocok denganspeed rendah hingga bahan tercampur kemudian gunakan speed tinggi hingga telur dan gula mengembang. Tambahkan mentega dan teruskan mengocok hingga mentega tercampur baik. Proses ini tidak memakan waktu lama (1 - 2 menit saja). Matikan mikser.


2. Masukkan tepung terigu dan coklat bubuk dengan cara diayak langsung diatas adonan telur dan mentega, tuangkan secara bergantian dengan susu cair dan cokelat yang telah dilelehkan. Kira-kira bagi masing-masing menjadi 3 tahapan, aduk ringan setiap tahapannya dengan spatula hingga menjadi adonan yang lembut dan tercampur baik. Terakhir tambahkan spekkuk (sebenarnya ini bisa menyesuaikan selera, kalau tidak suka, boleh tidak dipakai) dan tambahkan baking powder. (Oya, kalau aku juga pake soda kue 1/2sdt, tapi hasilnya agak lebih ngembang, hehe).



3. Proses membuat adonan telah selesai, sekarang waktunya menuangkan adonan ke atas loyang yang telah diolesi margarin/mentega secara merata. Untuk topingnya, bisa langsung anda tambahkan ke atas adonan, atau jika tidak suka, bisa nanti saja belakangan (setelah browniesnya matang).


4. Panaskan oven pada suhu 250 derajat celcius (kalau saya suka memakai panas yang maksimal, hehe) selama 10 menit. Setelah oven panas, panggang adonan brownies selama kurang lebih 40 menit. Setelah 30 menit(an), periksa kue, apakah telah matang atau belum. Caranya, anda bisa menusukkan kue dengan lidi atau tusuk sate (yang bersih yaaa..).




Apabila masih ada sisa adonan yang lengket pada batang tusuk sate, maka kuenya belum matang. Jika begitu, terus panggang kue sampai tak ada lagi adonan lengket yang menempel pada batang tusuk sate.




5. Wah, akhirnya sudah 40 menit berlalu. Jika adonan telah matang, segera angkat kuenya, yaa.. lalu diamkan selama beberapa waktu sampai suhunya menurun dan agak sejuk. Setalah itu kamu bisa mengeluarkannya dengan cara meletakkan piring di atasnya kemudian balik kuenya.




Sekarang kuenya dalam keadaan terbalik di atas piring. Siapkan piring satu lagi, letakkan piring tersebut diatas kue dan balik lagi kuenya. Sekarang kuenya sempurna berada di atas piring, tinggal dipotong potong saja.
Kue siap disajikan!



Nah, begitu kira-kira cara mebuat brownies panggang. Cukup mudah, kan, untuk pemula?
Oya, by the way, maaf yaa fotonya ga lengkap, soalnya aku lupa foto-fotoin, terlalu sibuk wekekeke.
Oke, deh, selamat mencoba, yaa!! Keep cooking with joy!! *muaahh*




Sabtu, 20 September 2014

Chicken Ball




Haii..

Aku punya masakan baru, namanya Chicken Ball.

Chicken Ball itu sebenernya agak mirip nugget, sih, tapi aku bikin ini karena terinspirasi sama Cordon Bleu. Bedanya ini menggunakan daging ayam yang sudah digiling dan dapat dibentuk sesuai keinginan. Mungkin sudah banyak yang membuat masakan yang serupa, tapi aku mau share resep versiku ini..
Disimak yaa..



Bahan Dasar:
  -  250gr Ayam giling
  -  Tepung Tapioka


Bumbu Ayam:
  -  2 siung Bawang putih
  -  Lada/Merica (secukupnya)
  -  1cm Jahe
  -  2sdm Kecap asin
  -  Lada hitam bubuk (secukupnya)
  -  Garam (secukupnya)


Bahan Isian:
  -  3 helai Smoked Beef
  -  Keju Quick Melt


Bahan Pelapis:
  -  1 butir telur (kocok lepas)
  -  Tepung roti



Cara Membuat:
1. Ulek bawang putih, lada, dan jahe sampai halus.
2. Campurkan ayam dengan bumbu yang telah diulek, tambahkan kecap asin, lada hitam bubuk, dan garam. Aduk rata.
3. Campurkan adonan ayam yang telah dibumbui dengan tepung tapioka secukupnya. Kira-kira 2-3sdm. Aduk hingga rata, jangan sampai ada tepung yang menggumpal.



4. Ambil satu sendok makan adonan ayam, gunakan plastik sebagai wadah. Pipihkan.
  
5. Taruh bahan isi pada adonan yang dipipihkan, kemudian tutup. Bentuk adonan sesuai dengan selera anda.
  



6. Pindahkan adonan yang telah dibentuk ke dalam telur kocok secara perlahan. Lumuri dengan telur, kemudian lumuri dengan tepung roti.



7. Goreng adonan dengan api sedang hingga kecokelatan.



8. Chicken Ball siap disajikan.



Ps:
  -  Saat membentuk adonan, jangan menggunakan tangan tanpa alas pelastik. Adonan akan lengket jika terkena tangan langsung.
  -  Saat menggoreng, jangan biarkan minyak terlalu panas karena akan menyebabkan adonan mudah gosong namun belum matang.


Gimanaaa? Mudah, kan?

Ayo, ini cukup simple lho buat bekal. Kalau mau disimpan di freezer jangan lupa untuk mengukusnya sebelum dilumuri tepung roti, yaa. Lalu esoknya bisa langsung goreng aja pas mau berangkat kerja atau sekolah.


Selamat mencoba yaa! ;)


Senin, 07 Juli 2014

Light of Our Love

Can you see me
Even in the darkest brink
Can you find me
Even if we are so distinct

Sometimes, we get stuck
In the chasms of our reality
Maybe we need to swallow
And ponder..

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Will you believe
All the things happen for reasons
Will you believe
That we were born for this

Sometimes, we really get sick
And dying because of our love
But maybe we have to swallow
And ponder..

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Ooh, our world is our world
We live our life, we love too much
No one could understand
But, this journey is our destiny

Take a breath
Make our move with the grace
Through all the hardest paths
We will shine in time
Take my hand
Let me in to your life
Through these moments
You will see the light

Through this storm and rain
We will see the light
Of our love

(Ratih Maharani)

Sabtu, 24 Mei 2014

Your Eyes


I'm dreaming
and in my dream, I see your eyes
They fill my heart with heaven
I'm flying
and in the sky, I see your eyes
They answer all my longing
for you

I've always lived my life in fantasy
No chance to take, no heart to break
But now you take my hand and,
you make me understand
that two dreams, can join together

I'ts morning
and as I wake, I see your eyes
They are my reason,
they are my answer now
Because I love you
The one who made my dreams
come true

I've always lived my life in fantasy
No chance to take, no heart to break
But now you take my hand and,
you make me understand
that two dreams, can join together

I'ts morning
and as I wake, I see your eyes
They are my reason,
they are my answer now
Because I love you
The one who made my dreams
come true

(Your Eyes by Bonnie Pink/ Resung by Syaharani)



Berwarna Hazelnut, berbentuk seperti kacang Almond dengan garis mata yang agak naik. Dihiasi dengan bulu mata yang pendek, namun lentik sekali. Ya, itulah matamu. Bagiku mereka begitu indah, lebih dari sekedar deskripsi yang kupaparkan. Bagiku mereka adalah mata yang menawan, yang menarik ku ke dalam pusaran pesona dan kekaguman. Setiap aku menatapnya, aku tak bisa memalingkan pandanganku. Rasanya aku tak ingin berhenti dan lepas dari tatapan yang kau buat dengan kedua matamu. Aku kira pun aku tak akan pernah bosan dan tak akan lelah menatap kedua bola matamu. Mereka begitu.. ah, kau pasti bosan mendengar celotehku tentang matamu. Aku terlalu sering menatapmu lekat-lekat. Aku terlalu kagum dan takjub pada matamu.

Mereka adalah alasan dan jawaban mengapa aku mencintaimu. Ya, terlepas dari dirimu, karena aku mencintai seutuhnya dirimu. Tapi, ya, matamu lah yang pertama kali membuatku jatuh cinta padamu. Mereka pintar sekali menarikku dan menangkapku ke dalam jaring keindahanmu, menyengatku hingga aku tak mampu lagi berlari dan berpaling.
 

Matamu itu.. ah, sudahlah.. aku tak ingin mengatakannya lagi. Aku takut kau muak akan pujianku dan mengejekku gombal. Maaf, ya, tapi aku benar-benar jujur. Rasanya aku ingin melihat kedua matamu itu setiap hari, mulai dari bangun tidur sampai nanti saat aku akan tidur untuk selamanya :)


Sabtu, 01 Maret 2014

Kita bersama




Bersama, kita di sini
Bersama, melangkah pasti
Mendayung dan melaju
Mencapai titik tertuju

Di mana ada cahaya
Di sana ada harapan
Bersatu dengan semangat membara

Tak bisa kita hindari
Segala apa yang terjadi
Semua tak 'kan berubah
Bila kita tak mengubahnya

Di mana ada cahaya
Di sana ada jalannya
Bersatu dengan gelora membara

Jangan pergi
Jangan engkau hindari
Tetaplah melangkah pasti
Menggapai mimpi

Jangan takut
Biar ku raih tanganmu
Kan kita hadapi bersama
Segalanya..

Di mana ada harapan
Di sana ada jalannya
Bersatu dengan cinta yang membara

Jangan pergi
Jangan engkau hindari
Tetaplah melangkah pasti
Menggapai mimpi

Jangan ragu
Ajak aku bersamamu
Kan kita hadapi bersama
Segalanya
Segalanya..

Kamis, 02 Januari 2014

Cinta Untuk Mama

Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak ada sesuatu pun yang berharga
Untuk mama tercinta

Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama

――――――――――――――――

Cinta Untuk Mama, PR les minggu ini. Awalnya ga tau ini lagu apa, tapi begitu note-nya dimainin sm guru les aku langsung inget. Rupanya ini lagu jaman aku masih kecil dulu, dinyanyiin sama Kenny, dan ternyata ini juga lagu favorit pas dulu. Tapi emang lupa aja sama judulnya. Hehe
Lagu Cinta Untuk Mama itu baguuuuus banget, walopun sederhana kaya yg tertulis di liriknya, lagu ini tetep nyentuh. Sekarang kalo latihan lagu ini pasti jadi terharu, apalagi kalo pake chord7 atau chord13, kesannya jadi dalem banget. Enyeeeeess..
Dan karna lagu ini juga, jadi inget kalo aku masih sayang sama mami hehe *malu*

Rabu, 20 November 2013

Bersama-sama

Kau putarkan lagu
Mengiringi derap langkahku
Ku mainkan musik
Mengiringi semua gerakanmu

Mari kita bersama-sama
Terbang tinggi menuju angkasa
Berlari terus tanpa henti, dan
Kau akan menggapai mimpimu

Ku beri kau air
Untuk mengalirkan kesejukan
Kau berikan cangkir
Untuk ku isi dengan asa

Mari kita bersama-sama
Terbang tinggi menuju angkasa
Berlari terus tanpa henti, dan
Kau akan menggapai mimpimu

Percayalah
Pasti nanti kita bisa
Bersama-sama
Bintang pun menjadi lebih indah
Begitupun..
Kau dan aku..

Ku genggam tanganmu
Dan kau berjalan bersamaku
Kau rangkul bahuku
Membawaku untuk bersamamu

Mari kita bersama-sama
Terbang tinggi menuju angkasa
Berlari terus tanpa henti, dan
Kau akan menggapai mimpimu

Dan kita akan
Menggapai mimpi ini..

Senin, 18 November 2013

Wonderful Dear

Everyday
I think of you
Everyday
I wonder if you would see me

Tonight
I call you in my heart
Whisper to the stars
As the wind blows my mind

Everynight
I listen to a love song
Wonder if I could have a waltz
As the wind blows my heart

You're beautiful
Wonderful
But you're just way too high
Like the moon up there

You're beautiful
Wonderful
But you're just way too high
And I can't reach

You know
I will alwas be down here
See you shining beautifully
You know
I will always be right here
Raise my hand to reach you
My wonderful..
Dear..

You're beautiful
Wonderful
But you're just way too high
Like the moon up there

You're beautiful
Wonderful
But you're just way too high
And I can't reach

But I wish
Someday
I can fly
To hold you..

Minggu, 20 Oktober 2013

Memoir of My Grandma

For the uncounted times, I miss my grandma yang hidup bareng sejak aku lahir. Aku manggil nenekku dengan sebutan "iyak", hemm.. semua cucunya juga begitu.
Iyak.. hemm.. iyak itu sosok nenek yg sayang sama cucunya. They said, aku termasuk salah satu cucu kesayangannya. Percaya gak percaya, tapi emang gitu kenyataannya.
Jadi inget, dulu waktu kecil tuh suka tidur sm iyak. Suka masak kue sm iyak setiap mau lebaran. Masak menu makanan tiap hari juga diajarin iyak, termasuk dendeng balado yang top markotop. Hihi. Syeneeeng banget kalo inget masa-masa itu.
Asal tau aja, iyak itu koki masakan padang yg jago bikin makanan enak. Walopun udah lanjut usia, iyak tetep semangat masak dan rasa masakannya juga makin tambah markotop. Wuh! Jadi ngidam dendeng baladonya. You have to try! Tapi udah gak mungkin yaaa..
Oiya, ada salah satu hal yg paling aku suka, kutilnya iyak. Hahahaha itu letaknya di kaki kiri bawah paha atas dengkul sisi kiri. Ih bikin emeeeeeesshh! Abis ya, itu kan keras ya, terus kalo dipencet kenceng-kenceng ga ada rasanya. Yaudah gitu aja jadinya suka emesh mencetin kenceng-kenceng sampe iyak bilang sakit. Tapi nyatanya ga sakit-sakit haha.
Teruuuuus rambut iyak tuh panjang, sepinggang. Seneng banget dulu dandanin rambut iyak. Dikepang-kepang, dikonde-kondein, dijadiin eksperimen salon aku sampe rambut iyak kusut dan nyangkut di sisir. Tapi walopun kusut gitu iyak ga marah lho sama aku.. mhehehehehe.
Oiya, iyak tuh baik sebenernya, walopun kadang suka cerewet (semua orang termasuk aku juga cerewet) hehe. Tapi ya, iyak tau kapan waktunya marah, kapan waktunya nggak marah.
Aduuuuh.. inget banget deh tuh waktu ngilangin sepeda bulldog baru. Papi marah-marah karna aku ga inget pesennya supaya ga keluar rumah pas mau magrib. Begitu keluar rumah bawa sepeda, udah deh ludes itu sepeda gegara dihipnotis. Nah, pas papi marah-marah itu, mami juga malah ikut marah-marah, ikut ngebom juga. Padahal mah udah sedih banget, merasa bersalah dan takut banget. Pas waktu itu cuma iyak yang ngebelain. Cuma iyak yang berani marahin papi karna udah kelawatan ngehukum anaknya. Cuma iyak yg bisa dipeluk dan dipinjem bahunya buat nangis.. (aduh jd pengen nangis juga). Yaaahh.. cuma iyak yg pengertian waktu aku kecil.
Bener-bener masa-masa itu bikin kangen banget. Dan bikin nyesel juga. Nyesel kenapa? Karna semakin umurku bertambah, semakin berkurang pula masa-masa itu. Yaa.. akunya sih yg gitu. Gitu gimana? Yaa gitu deh pokoknya.
Hemm.. sampe pada akhirnya.. suatu hari iyak jatuh pas subuh-subuh dan persendian antara tulang kaki dan badan jadi sakit. Dari kejadian itu, iyak jd susah jalan, susah ngapa-ngapain. Walaupun sudah dibawa ke ahli tulang dan pengobatan rutin pun tetep ga sembuh. Dan semenjak itu iyak jd rentan, jadi suka sedih. Kalo aku jd iyak juga akan sedih, jalan mesti pake tongkat dan kursi roda :'(
Bertahun-tahun kaki iyak ga sembuh juga. Kondisi fisik iyak juga makin lemah karna sedikit bergerak. Sampai pada suatu ketika iyak dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Huhu
Sedih banget ditinggalin iyak. Dan yang paling bikin sedih aku belum menjadi cucu yang baik buat iyak, malah jadi cucu yang acuh. Bodoh banget. Bodooooohh banget jadi cucu.
Sedihnya lagi aku ngerasain hari-hari sebelum iyak pergi. Tiap malem iyak ngeluarin suara, kaya manggil tapi bukan manggil. Dalem hati, kukira iyak minta dibacain doa atau
minta dingajiin. Kemudian dua hari sebelum iyak pergi, di kamarnya ada angin aneh dan suasana kamarnya jadi sayu. Begitu di depan pintu kamar (pintunya kebuka), aku ngambil kertas yg jatuh, tiba-tiba aja perasaanku gak enak. Deg! Dan tiba-tiba ngebatin, 'apa ini udah waktunya buat iyak?' Tapi tetep, aku ga percaya sama hati sendiri, aku gamau itu jadi pertanda buruk, gamau iyak pergi beneran.
Tapi ternyataaa.. besoknya iyak minta pergi ke rumah bunde (tanteku) di pdk.kelapa. Sehari di sana, besoknya, hari senin, pagi-pagi iyak diajak ngaji dan dituntun baca 2 kalimat syahadat sm bunde. Setelah itu terucap.. iyak menghembuskan nafas terakhirnya :'(
Shock, sedih, dan ga tau mesti gimana. Paling bikin sedih lg, karna aku belum jadi cucu yg baik buat iyak. Dan aku nyesel banget. Sampe sekarang masih suka kebayang-bayang. Harusnya aku nyuapin iyak, bukan naroin dan nyajiin makanan di meja iyak. Harusnya aku gantiin baju iyak, bukan naroin baju di atas kasurnya. Harusnya aku matiin AC tiap subuh karna ternyata iyak suka kedinginan. Harusnya banyak hal yg bisa aku lakukan untuk bikin iyak nyaman. Tapi.. dulu aku belum sadar sampe akhirnya iyak pergi di hari Senin di bulan Oktober. Huff..
Setelah iyak pergi, banyak banget bayang-bayang memori yg muncul sampe-sampe kebawa mimpi. Sekarang pun rasanya kurang kalo ga ada iyak, apalagi pas lebaran. Kerasa banget. Tapi gimana pun keadaan di sini sekarang, semoga iyak tenang dan bahagia di alam sana. Semoga iyak mendapat kebahagiaan yang belum pernah dirasain di sini. Aku minta maaf kalau belum jadi cucu yg baik, tapi sebenernya aku sayang sama iyak. Semua memori dan ingatan tentang iyak akan selalu ada untuk jadi sebuah kenangan buat cucunya. Semoga suatu saat nanti bisa bertemu lagi sm iyak walau di alam yang berbeda.
I miss you my grandma :'(

Senin, 30 September 2013

Last Night in September

Hembus angin menggelitik kulitku, menyapu rambutku dan juga bayang pikiranku. Suara daun-daun yang saling beradu menambah riuhnya bisikan hati yang sedang muram.
Dengan gontai, aku terus berargumen dengan pikiranku sendiri, meributkan hal yang tak perlu diributkan. Entah, aku hanya tak mampu mengatasi masalahku, aku hanya tak sanggup menjalani hari-hariku yang kurasa semakin berat. Aku hanya merasa sedih, gundah, sekaligus kesal. Kesal dengan situasi baru, gundah dengan pilihan yang harus kuambil, dan sedih karena aku tak bisa menghadapi kenyataan dengan kemampuanku.
Tak perlu aku ceritakan apa masalahku, yang jelas, sekarang aku sedang putus asa. Rasanya ingin ku lepas semua mimpi dari genggamanku hingga akhirnya melayang jauh dan menghilang dari hidupku..
Hhh.. bodoh memang, melepaskan mimpi hanya karena kesulitan yang bersifat sementara. Aku tahu, apa yang terjadi hanyalah ujian yang harus aku lalui. Aku pun tahu, semua ini kelak akan membuatku menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi.. apa yang kurasa saat ini benar-benar menyesakkan hati. Masalah ini, masalah itu, di sana, dan di sini, membuatku semakin tak karuan. Jelas aku ingin semua ini berakhir, hingga akhirnya aku dapat menggenggam harapan untuk menyimpan kembali mimpi-mimpi yang hendak kulepaskan.

Selasa, 13 Agustus 2013

Nothing

This early morning, I lay on my bed. I can't sleep even though I'm sleepy and tired. My eyes get stuck, can't be closed. And I just can't stand this unwell feeling, unwell condition.
I have to practice my homework but it's 03:00 am. I have to sleep but it's 03:00 am. It's too late to sleep, too early to start my tuesday. So, I decide to stay and lay on bed with my eyes open.
I.. can't stand this. It's gonna be worse, my condition, my health. Since the day I got sick, I couldn't sleep at normal time. I couldn't live my normal life.
I was just tired, and now I am. I feel like it's enough but I just can't let my self giving up. I feel like it's time to end but I just can't let my self leaving my dreams away, leaving people behind.
I.. just need time to recover all the things have passed, the things I've done. I.. need time to prepare, to reach, to enjoy my dreams. I need more time to make my self better and better. I.. need time to make my parents, family, friends, and people happy. I need time to walk on a straight road that will bring me to God. Then, the time may come.

Selasa, 30 April 2013

Maria - Bagian 2




     "Danielle! Kemari!" Teriak Maria dengan suara yang berbisik saat melihat Danielle datang. Sabtu ini Maria akan membicarakan semua hal kepada Danielle. "Ayo, ikuti aku! Ku rasa sebaiknya kita membicarakan ini di tempatku saja."
     Dengan sangat tergesa-gesa Danielle berusaha mengikuti gerak langkah Maria yang terasa terlalu cepat baginya, "Maria, bisa, kah, kau berjalan lebih pelan sedikit? Aku tak bisa menyamai kecepatan denganmu."
     Maria pun memperlambat langkahnya dan kini menggandeng Danielle agar terus tetap berada disampingnya. "Kau tak biasa, ya, berjalan secepat ini? Kita harus cepat-cepat sampai sebelum ada orang lain yang melihat."

***

      "Baiklah, kunci pintunya."
     "Maria, ini tempat tinggalmu?" dengan raut wajah bingung dan mata yang setengah melotot Danielle menatap setiap sudut ruangan, "Mengapa kau tak pernah bilang padaku?" Sekali lagi Danielle hanya bisa mematung sambil menatap langit-langit ruangan itu, rupanya ia sedikit terkejut mengetahui Maria tinggal di tempat yang sebenarnya tak layak untuk ditinggali.
     "Aku takut kau mengatakannya pada ibu.." sambil menggaruk kepalanya Maria sedikit meringis kepada Danielle, "Jadi.. Aku tak memberitahumu soal tempat ini."
     "Setidaknya aku bisa meminta temanku untuk membantumu mencari tempat tinggal yang lebih layak."
     "Sudahlah Danielle, masalah tempat tinggal sudah tak penting lagi, sekarang yang paling penting bagiku adalah ibu.."
     "Oh, ya aku baru ingat, apa yang kau maksud dalam suratmu itu, Maria? Aku sama sekali tidak mengerti.." sambil melipat tangan Danielle berusaha untuk mencerna semua pemikiran yang ada dalam benaknya, "hmm.. sebenarnya aku mengerti tapi menurutku itu tak masuk akal."
     Maria menghampiri Danielle yang tengah berdiri di depan lemari makanan, "Awalnya aku juga berpikir seperti itu. Kupikir semua itu mustahil dan tak masuk akal, tetapi aku tidak bermimpi, Danielle, aku melihat paman dan bibi bersama Fanette secara nyata!" tukasnya dengan ekspresi yang tidak santai, "Kau tahu? Aku mendengar mereka merencanakan sesuatu untuk mencelakai ibu.."
     "Tapi.. bukankah Duval melakukannya hanya untuk mengelabui Fanette? Dia membelamu, bukan?"
     "Tidak. Paman Duval tidak pernah membelaku, Danielle, ternyata ia hanya berpura-pura agar aku percaya padanya dan menyuruhku tinggal jauh dari Versailles. Aku benar-benar tak habis pikir ia merencanakan sesuatu yang buruk terhadap keluargaku, Danielle!" Kini Maria benar-benar terbalut emosi dan rasa sedih, merah wajah dan nanar matanya membuat Danielle tampak khawatir terhadapnya.
       "Baiklah, Maria, tenangkan dirimu dulu.."
     "Bagaimana aku bisa tenang selagi ibuku terancam akan kejahatan paman dan bibi?" Napas Maria mulai menderu karena sesak yang menyangkut pada pangkal tenggorokannya, begitu sakit karena ia berusaha menahan air mata yang hendak jatuh.
     "Ada aku di sini," Danielle pun memeluk Maria untuk menenangkannya, "Aku akan membantumu, Maria, aku akan selalu mempertaruhkan hidupku untuk keluargamu."
     "Apa kau tahu, Danielle? Belakangan ini aku tiba-tiba saja selalu khawatir akan keadaan ibu. Awalnya aku berpikir rasa khawatirku ini tak masuk akal, tetapi sekarang terbukti ternyata alam bawah sadarku mengetahui rencana paman dan bibi." Air mata mulai menetes dan kini Maria semakin merasa sesak, "Aku takut ibu akan terluka. Kita harus melakukan sesuatu, Danielle!"
     "Ya, itu pasti. Pasti kita akan melakukan sesuatu untuk menggagalkan rencana pamanmu itu.."
     Dengan serius Maria dan Danielle merancang berbagai cara untuk menggagalkan rencana jahat paman Duval. Berbagai cerita, mulai dari kematian ayahnya sampai pertemuan antara paman Duval, bibi, dan Fanette, dirangkai menjadi kisah yang dapat menguatkan tuduhan Maria terhadap mereka.
     "Tapi, Maria, menurutku itu tidak bisa dijadikan pemberat tuduhan, keluarga besar pasti tidak akan percaya ini. Kita harus menemukan bukti dan saksi-saksi atas apa yang dilakukan Duval." Danielle pun semakin bingung.
     "Ya, kau benar, Danielle. Kita harus mencari saksi dan bukti yang kuat. Di antara seluruh pelayan pasti ada yang mengetahui tentang hal ini.." Sambil menerawang ke depan Maria terus berkata, "Apa kau ingat? Sebelum aku pergi dari rumah terjadi pemecatan pelayan di rumah, kan? Menurutku itu patut kita curigai."
     "Ya! Aku ingat! Memang aneh saat itu, menurutku tak ada yang salah dengan pelayan tetapi mengapa mereka memecat pelayan-pelayan itu? Memang patut untuk kita telusuri juga, Maria."
     "Baiklah, Danielle, kurasa sebaiknya kita pergi ke rumah saja dan menelusuri semuanya. Kau harus menyembunyikanku agar seluruh anggota keluarga tidak akan melihatku. Setelah itu kita akan menyusun recana lebih lanjut.." Dengan rasa lelah Maria menghembuskan nafasnya yang panjang, "Beruntung sekali aku mengetahui masalah ini, mereka ceroboh, kalau tidak mungkin aku tak akan tahu bahwa ibu dan kita dalam bahaya."
      "Apa kau yakin, Maria? Aku takut mereka melihatmu.."
      "Jangan takut, Danielle. Ayolah, kita berangkat sekarang."

***

      "Baiklah, Danielle, di mana tempat yang aman utukku bersembunyi di sini?" Sambil menarik napas dalam-dalam Maria terus memperhatikan sekitarnya. "Lebih baik kita cepat-cepat bersembunyi sebelum ada yang melihat."
     "Kemarilah, ikuti aku! Hati-hati melangkah, jangan sampai kau menginjak perangkap yang dibuat oleh Duval."
     Mereka berjalan melewati semak-semak dengan sangat hati-hati. Tanpa cahaya mereka menerka-nerka, tanah mana yang harus mereka injak, jalan mana yang harus mereka hindari. Dalam gelap mereka terus melangkah menuju tempat persembunyian yang telah dipersiapkan oleh Danielle.
     "Baiklah, Maria, ini dia.." Danielle membuka pintu yang rata dengan tanah sambil berbisik kepada Maria. "Masuk dan turunlah, Maria, ini tempat yang aman untuk kita bersembunyi."
     Tanpa ragu Maria melangkahkan kakinya menyusuri anak tangga menuju ruang yang gelap. Lantai yang berderak membuatnya merinding dan sedikit takut akan keadaan di bawah. "Danielle, apakah ruangan ini aman? Maksudku, yaa, tidak ada hewan-hewan liar yang kotor, kan?"
     "Ku rasa di dalam cukup bersih, aku baru membersihkannya dua minggu yang lalu."
     "Baiklah.. semoga saja di dalam tidak menyeramkan seperti apa yang kubayangkan, ya."

***

     "Maria, cepat bangun! Ada berita yang mencengangkan, Maria!" Dengan panik Danielle terus mengguncang tubuh Maria.
     Sekejap semua mimpi dalam tidur menghilang dan kini Maria terpaksa harus membuka matanya. "Mmmm.. Ada apa, Danielle? Ini masih terlalu pagi.."
      "Sepertinya Ibumu benar-benar sedang dalam bahaya."
     "Ya, memang Ibuku sedang dalam bahaya seperti yang kita bicarakan tempo hari, Danielle."
     "Bukan, bukan itu maksudnya. Sebaiknya nanti malam kita berjaga di dalam ruangan Ibumu, Maria. Aku akan memberitahunya bahwa nanti malam kita akan berada di dekatnya."
     Setengah menguap Maria berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Danielle. "Maksudmu? Kita sudah mulai bergerak nanti malam? Hah?"
     "Ya, begitulah kira-kira. Jangan lupa siapkan perlengkapan yang mungkin dibutuhkan, jika perlu kau harus membawa pisau! Sekarang aku harus bekerja. Aku akan mencari cara untuk membawamu ke ruangan Ibumu." Danielle segera berlari ke atas dan kembali melakukan rencana.
     Aduh, bagaimana ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Sepertinya sangat gawat, aku tidak mengira permasalahannya separah ini. Tidak, tidak, aku harus bergegas dan menyusun rencana untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Ya, Tuhan, tolong aku. 
     Segera Maria beranjak dari tempat tidurnya, dengan cermat ia membaca strategi yang telah ia rencanakan bersama Danielle. Tak lupa Maria menyiapkan perlengkapan dengan teliti-mulai dari tali, perekat, paku, hingga pisau siap mengisi tasnya untuk malam ini. Kali ini Maria benar-benar serius memperhatikan segalanya. Sekuat hati berusaha untuk tetap kuat meski gemetar tubuhnya tak dapat ia tahan. Hatinya begitu berdebar saat membayangkan apa yang sedang terjadi hingga Danielle menyuruhnya berjaga malam ini. Benar-benar rasa khawatir sekaligus takut begitu menyelimuti batinnya.
     Selesai menyiapkan apa yang diperlukan, kini Maria segera membersihkan diri dan bersolek dengan indahnya. "Jangan sampai ibu melihatku dalam keadaan yang menyedihkan, bisa-bisa nanti ibu menangis karena aku begini." Sambil berkaca Maria memasukkan makanan ke dalam perutnya, "Aku juga harus makan banyak hari ini, untung Danielle meyiapkan bermacam makanan nikmat untuk menambah tenaga ekstra. Hemm.."
     Setelah bersiap-siap, Maria mulai memikirkan lagi strategi yang perlu ia lakukan nanti malam. Dengan gelisah Maria menerka-nerka apa yang akan terjadi, membayangkan bagaimana caranya ia dan Danielle membongkar rahasia si Duval, bibi Antoinette, dan Fanette yang jahat. Gusar sekali siang itu, sambil menunggu Danielle yang akan datang memberi petunjuk ia hanya bisa memendam rasa takut yang besar.

***

     "Maria, bagaimana persiapannya?" Tiba-tiba saja Danielle masuk ke tempat persembunyian dengan tergesa-gesa. "Maaf, ya, aku lama sekali di atas. Bagaimana? Masih ada yang perlu ku bereskan?" Danielle segera merapikan tasnya, napasnya begitu tersengal.
     "Kau kenapa, Danielle? Apa yang terjadi?" Dengan perasaan khawatir Maria bertanya pada Danielle.
     "Tidak ada apa-apa. Baiklah, sudah beres? Jika sudah siap, sebaiknya kita bergerak cepat. Orang-orang di atas sedang sibuk minum teh bersama di taman belakang."
     "Baiklah, Danielle, ayo, kita berangkat."



Would be coming soon.. 

Aku Cinta



Indah bunga
Merah merekah
Menghiasi senyum pagi ini
Indah bunga
Tak sekedar indah
Ada keajaiban di baliknya

Sama, seperti dirimu
Yang selalu menyimpan candu
Sama, seperti dirimu
Yang selalu membuat ku rindu

Oh, Tuhan tolonglah aku
Untuk biarkan dia tahu
Tuhan, bantulah aku
Untuk nyatakan padanya
Bahwa aku cinta

Pagi dan malam
Ku tatap lekat bayangmu
Untuk ku simpan di benakku
Setiap hari
Ku rela menunggu
Agar ku bisa bersamamu

Andai kau jadi milikku
Ku 'kan berjanji padamu
Untuk menjagamu selalu
Dan biarkan cinta menyatu

Oh, Tuhan tolonglah aku
Untuk biarkan dia tahu
Tuhan, bantulah aku sekali ini saja 
Untuk ku nyatakan padanya
Bahwa aku cinta
Cinta


Ratih Maharani - Jumat, 26 April 2013 - 23:30
------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Hemm.. Yang tertulis di atas adalah lirik sebuah lagu, hasil iseng-iseng tengah malem. Lagi nyanyi ngasal-ngasal, tiba-tiba aja lewat nada lagu sama liriknya. Langsung kebikin. Tapi.. chord iringannya belum diketemukan, maklum awam sama chord apalagi yang dalam jazz soalnya aransemennya mengarah ke jazz, tapi gak terlalu jazzy juga. hehe.. Oiya, lagu ini sebenernya cocoknya dinyanyiin sama cowo. Kadang suka ngebayang kalo dinyanyiin sama suara-suara yang syahdu. Ih apalagi kalo yang nyanyi suaranya kaya Glenn Fredly atau vokalisnya B.L.P. Seandainya ada yang mauuuuuu.. uu.. ngimpiii - xD. Maklum aja suara saya sedikit somplak, tapi yang penting masih bisa bunyi hihi..